Halaman

Sabtu, 14 Juni 2014

Pengujian Black Box

Pengujian Black Box adalah pengujian aspek fundamental sistem tanpa memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak. Dimana metode ini digunakan untuk mengetahui apakah perangkat lunak berfungsi dengan benar. Pengujian black box merupakan metode perancangan data uji yang didasarkan pada spesifikasi perangkat lunak. Data uji dieksekusi pada perangkat lunak dan kemudian keluar dari perangkat lunak dicek apakah telah sesuai yang diharapkan. 

Dengan Black Box yang merupakan metode pengujian perangkat lunak yang menguji fungsionalitas dari aplikasi yang bertentangan dengan struktur internal atau pekerjaan. Pengetahuan khusus dari kode aplikasi / struktur internal dan pengetahuan pemrograman pada umumnya tidak diperlukan. Tester hanya tahu software apa yang seharusnya dilakukan, tetapi bukan bagaimana yaitu ketika ia memasuki sebuah input tertentu, dia mendapat keluaran tertentu tanpa menyadari bagaimana output diproduksi di tempat pertama. Uji kasus dibangun sekitar spesifikasi dan persyaratan, yaitu aplikasi apa yang seharusnya dilakukan. Menggunakan deskripsi eksternal dari perangkat lunak, termasuk spesifikasi, persyaratan, dan desain untuk menurunkan uji kasus. Tes ini dapat menjadi fungsional atau non fungsional, meskipun biasanya fungsional. Perancang uji memilih masukan yang valid dan tidak valid dan menentukan output yang benar. Tidak ada pengetahuan tentang struktur internal obyek tes.

Pengujian Black Box berusaha menemukan kesalahan dalam kategori :
  1. Fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang
  2. Kesalahan interface
  3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal
  4. Kesalahan kinerja
  5. Inisialisasi dan kesalahan terminasi 
Metode tes ini dapat diterapkan untuk semua tingkat pengujian perangkat lunak: Unit, integrasi, sistem dan penerimaan. Hal yang biasanya terjadi adalah tidak semua pengujian pada tingkat yang lebih tinggi, tetapi juga dapat mendominasi pengujian unit juga.



Microsoft SQL Server 2008

Dalam sebuah transaksi yang menjadi inti dari terjadinya interaksi dalam pengelolaan data diantara produk-produk yang berbeda sebenarnya dipelopori oleh berkembangnya suatu bahasa pengolahan data yang dinamakan SQL (Structured Query language) dimana bahasa tesebut yang sekarang ini telah menjadi bahasa standar dalam pengeolahan data untuk setiap produk yang berbasis data. Dimana Microsoft SQL Server adalah perangkat lunak Relational Database Management System (RDMS). SQL Server merupakan salah satu dari sejumlah bahasa pemrograman database (DBMS) yang bersaing merebut popularitas bersama-sama dengan dbase, Foxpro, FoxBase, QuickSilver dll. Menentukan bahasa mana yang terbaik untuk aplikasi basis data akan bersifat sangat subyektif. Namun, biasanya dukungan akan bahasa SQL (structure query language), kriteria kecepatan, pemakaian memori, mudah tidaknya program, dan daya tampung data menjadi kriteria utama.

Selain keutamaan SQL Server sebagai penampung database cukup besar dan dukungannya terhadap bahasa SQL, SQL server juga memberikan dukungan terhadap sistem database terdistribusi yaitu client/server. Dapat disimpulkan bahwa SQL Server adalah merupakan salah satu perangkat lunak database relational yang didesain untuk melakukan proses manipulasi database berukuran besar.

Basis Data

Basis data atau juga disebut database, terdiri dari dua penggalan kata yaitu data dan base, yang artinya berbasiskan pada data, tetapi secara konseptual, database diartikan sebuah koleksi atau kumpulan data-data yang saling berhubungan (relation), disusun menurut aturan tertentu secara logis, sehingga menghasilkan informasi. Selain itu, untuk mengelola dan memanggil query basis data agar dapat disajikan dalam berbagai bentuk yang diinginkan dibutuhkan perangkat lunak yang disebut Sistem Manajemen Basis Data atau juga disebut Database Management System (DBMS).

Penggabungan Database Management System (DBMS) dengan Basis Data akan membentuk satu kesatuan yang disebut Sistem Basis Data. Sistem Basis Data adalah suatu sistem penyusunan dan pengelolaan record-record dengan menggunakan komputer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan sehingga mampu menyediakan informasi yang diperlukan pemakai untuk kepentingan proses pengambilan keputusan.

Basis data adalah kumpulan data yang saling terhubungan satu sama lain yang disimpan dalam satu media dan dapat digunakan oleh satu atau lebih program-program aplikasi. Atau dapat dikatakan bahwa basis data merupakan sekumpulan informasi atau data yang saling berhubungan yang diorganisir untuk pengolahan data. Database dapat dibayangkan sebagai lemari arsip. Jika memiliki sebuah lemari arsip dan berwenang atau bertugas untuk mengelolanya, maka kemungkinan besar akan melakukan hal-hal seperti: memberi sampul atau map pada kumpulan atau bundle arsip yang akan disimpan, menentukan jenis arsip, memberi penomoran dengan pola tertentu yang nilainya unik pada setiap map atau sampul, lalu menempatkan arsip-arsip kedalam lemari. Kalaupun hal-hal tersebut tidak seluruhnya dilakukan, paling tidak semua arsip menerapkan suatu aturan tentang bagaimana keseluruhan arsip-arsip tadi ditempatkan yang paling sederhana, tentu menyusun arsip-arsip tadi berdasarkan kedatangnnya dan tanpa lupa pengelompokan. Hampir tidak akan pernah dijumpai adanya lemari arsip yang tidak memiliki aturan dalam penyusunan arsip-arsip didalamnya. Relationship merupakan hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entity, hubungan antara dua table bekerja dengan mencocokan data dalam field-field kunci, biasanya dengan nama yang sama dikedua table

Visual Basic 2010

Visual basic pada dasanya merupakan bahasa pemrograman yang ada di komputer. Dimana bahasa pemrograman merupakan perintah-perintah atau intruksi yang dimengerti oleh komputer untuk melakukan tugas-tugas tetentu. Dengan adanya Visual Basic yang merupakan salah satu bahasa pemrograman yang handal dan banyak digunakan oleh pengembangan untuk membangun berbagai macam aplikasi Windows. Visual Basic 2010 adalah versi terbaru yang telah dikeluarkan oleh Microsoft bersama C#, Visual C++, dan Visual Web Developer dalam satu paket Visual Studio 2010.

Visual Basic 2010 merupakan aplikasi pemrograman yang menggunakan teknologi .NET Framework. Teknologi .NET Framework merupakan komponen Windows yang terintegrasi serta mendukung pembuatan, penggunaan aplikasi, dan halaman web. Teknologi .NET Framework mempunyai 2 komponen utama, yaitu CLR (Common Language Runtime) dan Class Library. CLR digunakan untuk menjelaskan aplikasi yang berbasis .NET, sedangkan Library adalah kelas pustaka atau perintah yang digunakan untuk membangun aplikasi.

Unified Modelling Languange (UML)

Unified Modeling Language (UML) merupakan sistem pemodelan yang bekerja dalam OOAD (Object-Oriented Analysis/Design) dengan satu bahasa yang konsisten untuk menentukan, visualisasi, mengkontruksi, dan mendokumentasikan artifact (sepotong informasi yang digunakan atau dihasilkan dalam suatu proses rekayasa software, dapat berupa model, deskripsi, atau software) yang terdapat dalam sistem software. Tujuan UML diantaranya adalah : 
  1. Memberikan model yang siap pakai, bahasa pemodelan visual yang ekspresif untuk mengembangkan dan saling menukar model dengan mudah dan dimengerti secara umum.
  2. Memberikan bahasa pemodelan yang bebas dari berbagai bahasa pemrograman dan proses rekayasa.
  3. Menyatukan praktek-praktek terbaik yang terdapat dalam pemodelan. 
Dimana dalam UML terdapat 10 macam diagram yang digunakan untuk memodelkan aplikasi yang berorientasi objek, yaitu:
  1. Use Case Diagram untuk memodelkan proses bisnis.
  2. Conceptual Diagram untuk memodelkan konsep-konsep yang ada di dalam aplikasi.
  3. Sequence Diagram untuk memodelkan pengiriman pesan (message) antar objects.
  4. Collaboration Diagram untuk memodelkan interaksi antar objects.
  5. State Diagram untuk memodelkan perilaku objects di dalam sistem.
  6. Activity Diagram untuk memodelkan perilaku Use Cases dan objects di dalam system.
  7. Class Diagram untuk memodelkan struktur kelas.
  8. Object Diagram untuk memodelkan struktur object.
  9. Component Diagram untuk memodelkan komponen object.
  10. Deployment Diagram untuk memodelkan distribusi aplikasi.