Halaman

Senin, 21 Juli 2014

Cantik

CANTIK nya seorang wanita itu memang
ANUGERAH,tapi juga UJIAN,UJIAN yang
sangattt..sangatttt berat,

Ketika kecantikan hanya menjadikan kita makhluk
yang angkuh
Ketika kecantikan itu hanya menjadi ladang dosa
Ketika kecantikan itu menjadikan kita ingin selalu
disanjung dipuja..
Ketika kecantikan itu tak di hijabi,ditutupi dengan
pakaian syar'i...

Sungguh...KECANTIKAN adalah amanah,jika
engkau tidak mampu menjaganya,niscaya
KECANTIKAN itu hanya akan menjadi fitnah belaka.
Ya ALLAH..
 Mudahkanlah urusan kami...Dekatkanlah Rezeki kami...Sehatkanlah jiwa raga kami..aamiin

Insan Tangguh

Ketika semangatku turun
dan jiwaku sangat lelah..

Ketika masalah-masalah datang
dan hatiku menjadi terbebani..

Aku hanya bisa diam....
dan menunggu di sini dalam kesunyian..

Hingga Engkau pun datang
dan duduk menemani ku..

Engkau membangkitkan semangatku, sehingga aku bisa berdiri lagi..

Engkau membangkitkan semangatku,
untuk menelusuri jalan yang berliku..

Aku kuat dan tegar,
ketika aku bersandar pada bahumu..

Engkau membangkitkan semangatku..
Untuk menjadi lebih dari yang aku bisa

"PILIHLAH ORANG YANG PEDULI PADAMU"

Pilihlah seseorang.....
Yang mampu merasakan kesedihanmu.
Yang mampu mengerti pikiranmu disaat engkau terdiam.
Yang mampu merasakan kasih sayangmu disaat kemarahanmu
Karena dialah yg akan bisa mengerti tentang dirimu.

Terkadang engkau harus berlari jauh.
Agar engkau tahu siapa yg akan datang kepadamu.

Terkadang engkau harus berbiacara pelan.
Agar engkau tahu siapa yg masih mau mendengarkanmu.

Terkadang engkau harus melibatkan diri dalam sebuah perbedaan.
Agar engkau tahu siapa yg masih akan membelamu.

Terkadang engkau harus mencoba mengambil keputusan yg kurang tepat.
Agar engkau tahu siapa yg akan menunjukanmu keputusan yg benar.

Terkadang engkau harus melepaskan orang yg sangat engkau cintai.
Agar engkau tahu apakah dia akan kembali setia disisimu.

Sesungguhnya.......

Ketika kita pergi bersembunyi hanyalah untuk ditemukan.
Ketika kita berjalan jauh hanyalah untuk melihat siapa yg masih setia mengikuti.
Ketika kita menangis,agar kita tahu siapa yg dengan ikhlas menghapus air mata kita.

Dan dialah sebenarnya yg masih mempedulikan kita.
Yang akan membuat hidupmu berbalut bahagia penuh senyuman.

Memahami Totalitas, dari Bintang untuk FULDKT…

Kader adalah rahasia kehidupan berbagai umat. Sejarah umat adalah sejarah para kader yang militan dan memiliki kekuatan jiwa serta kehendak. Sesungguhnya kuat lemahnya suatu umat diukur dari sejauh mana kesuburan umat tersebut dalam menghasilkan kader-kader yang memiliki sifat-sifat ksatria

Kaderisasi begitu identik dengan kader. Dimana peran kader begitu dominan untuk suatu pergerakan dakwah. Dari situlah kita mendapat amanah untuk menghasilkan kader-kader yang nantinya siap untuk meneruskan estafet dakwah ini. Menghasilkan kader yang memiliki sifat militan dan ksatria tidaklah mudah. Perlu tempaan yang bertubi sehingga nantinya ia layak disebut kader militan dan ksatria.

Kader Militan dan Ksatria… kita berada di jalan dakwah ini adalah karena kita yang membutuhkan dakwah bukan dakwah yang membutuhkan kita, maka awali semua kegiatan kita dengan niat yang ikhlas, hati yang bersih dan tujuan kita hanya Allah, teruslah menunjukkan bahwa Islam rahmatan lil alamin. Seperti kata Umar bin Khathab r.a., “Keagungan seseorang akan ditentukan oleh keagungan tujuannya.” Tujuan yang agung hanya akan lahir dari hati yang agung. Hati yang agung adalah hati yang senantiasa menunjukkan kemuliaan.

Berawal dari sebuah niat kemudian bentuklah suatu totalitas diri. Totalitas yang seharusnya kita berikan ketika kita berani mengambil jalan ini. Jalan yang penuh duri dan penuh perjuangan untuk mampu bertahan didalamnya. Kaderisasi adalah sebuah totalitas. Totalitas memberi, totalitas memahami, totalitas perhatian, totalitas perencanaan, totalitas pengerjaan, totalitas kontrol, totalitas evaluasi, dan totalitas melayani karena sesungguhnya kita adalah pelayan ummat. Bagaimana kita mampu menjadi pelayan ummat ketika kita masih belum bisa memahami totalitas. Kita harus mampu memberikan yang maksimal, kita harus memahami kondisi medan dakwah dengan baik agar mampu menyumbangkan apa yang kita miliki, harus totalitas perhatian dengan segala hal yang terjadi di jalan ini. mampu membuat perencanaan yang matang, mengerjakan segala sesuatunya dengan disiplin, melakukan mengontrolan dengan baik serta mengevaluasi dengan cerdas apa yang sudah kita lakukan.

“Secara sederhana, kita bisa menyebut bahwa proses perubahan sejarah kehidupan manusia adalah sebuah proses yang membutuhkan peran. Bahwa kehidupan ini seperti skenario peran-peran yang memerlukan aktor untuk memainkannya. Sebuah situasi kemanusiaan tidak akan berubah kecuali ketika manusia itu melakukan dan mengusahakan perubahan. Nasib manusia tidak akan berubah kecuali manusia itu berusaha mengubahnya”.

Totalitas Kaderisasi dilaksanakan oleh semua jenjang baik itu penataan, perekrutan, pembinaan,dan penjagaan. Bagaimana kita akan melakukan penataan, bila tim kita tidak solid. Maka bangunlah semua atas dasar kekeluargaan. Hubungan dalam suatu gerakan dakwah adalah keluarga, bangun ikatannya agar terasa ukhuwah didalamnya. Perekrutan harus kita lakukan dengan cara yang “cantik” agar mampu mengajak yang lain bersama-sama memperbaiki diri. Pembinaan adalah inti dari sebuah kaderisasi, dimana dari pembinaan itu kita mampu mencetak kader-kader yang militan dan ksatria. Dan yang terakhir adalah penjagaan, dimana kita harus saling melakukan penjagaan satu sama lain agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, suatu bentuk usaha mencari takdir yang lebih baik.

Coba renungkan…

Bagaimana kita akan memberikan yang terbaik untuk dakwah, ketika diri kita sendiri pun masih belum mampu hadir sepenuhnya dalam jalan ini. jalan ini bukanlah jalan para malaikat tetapi disini kita melakukan proses belajar bersama untuk nantinya bersama-sama berkumpul di jannahNya. Saya katakan proses belajar karena disinilah kita mengembangkan seluruh potensi yang kita miliki, belajar mengonsep, belajar merealisasikan konsepan kita, belajar bekerja sama, belajar memahami satu sama lain sehingga pada akhirnya kita mampu mencapai mimpi bersama itu.

Ingat kawan…totalitas kaderisasi disini membutuhkan perhatian yang penuh… baik dalam hal waktu, ruh, jasad, tenaga, dan materi.

Amanah terbebankan pada pundak yang semakin lelah. Bukan sebagai keluhan, ketidaktrimaan, terlebih surut langkah kebelakang. Ini barulah awal, konsekuensi syukur atas keberlimpahan nikmat yang Alalh berikan dibanding yang lain. Sebagai bukti keikhlasan dan kebenaran iman hanya mengharap keridhoan-Nya. Wahai diri sambutlah seruanNYA dengan kegembiraan. Allah Maha Tahu bahwa kau sanggup melampauinya. Orang-orang besar lahir karena beban perjuangan. (KH. Rahmat Abdullah)

Teruntuk keluargaku, Bintang FULDKT… Totalitas itulah yang harus kita jalankan peran-perannya. Berusaha saling menguatkan satu sama lain, ketika yang lain mulai lemah maka kuatkan setiap jiwa yang mulai lemah itu. Saling memahami dan saling mengenal satu sama lain. Buatlah ini sebagai suatu rangkaian pendewasaan untuk kita. Berjalan bersama untuk mencapai tujuan yang kita inginkan. Kita disini saling belajar agar nantinya ketika keluar dari madrasah “kehidupan” ini,, kita menjadi pribadi yang lebih baik. Jadikan setiap prosesnya adalah sebagai pendewasaan untuk diri. Kita harus solid dan berusaha memberikan yang terbaik… karena diluar sana… banyak yang menanti kerja-kerja nyata kita… Ukhuwah itu saling menguatkan… percayalah dengan dekapanNya… kita akan mampu membawa FULDKT lebih baik lagi… Keluargaku…rapatkan barisan ini dan mari kita buat perubahan^^

“Kita bekerja bukan untuk memenuhi obsesi pribadi, melainkan karena ibadah. Kita harus ikhlas menjalani seluruh amal baik. Karena proyek Allah, akan dibiayai Allah. Manusia hanya menjalankannya”

Lakukanlah segala ibadah dengan cinta, karena…

“Cinta menghilangkan segala rasa sakit” ( KH. Rahmat Abdullah)

Rabu, 16 Juli 2014

ADK yg Eksklusif....??? Lu aja kali,,, Gue kagak...!!

Kadang risih juga sih denger kalo ADK (Aktivis Dakwah Kampus) tu masih aja slalu dapet titel eksklusif (hadeww -.-“). Se-esklusif apa siy dirimu?. Sebenernya itu tergantung gimana masing-masing pribadi diri kita sendiri j sih. Kalo kita pengen menempatkan diri kita eksklusif ya eksklusif tapi kalo kita biasa aja ya akhirnya biasa aja. Menurutku sih gimana sikap dan cara pandang kita aja…kenapa aku berani bilang kayak gitu,, soalnya aku beberapa kali membuktikannya. Ketika aku ngerasa gak “cocok” gabung sama temen-temen selain ADK ya akhirnya rada eksklusif gimana gitu, tapi ketika kita welcome sama mereka ya akhirnya enjoy-enjoy aja koq…

Satu kunci ketika kita jika ingin bersama mereka (temen-temen yang sebenernya butuh sentuhan cinta kasih dari kita),, berikan cinta yang tulus buat mereka, insyaAllah ketika kita memberikan cinta yang tulus buat mereka, mereka pun akan menyambutnya dengan cinta juga. Sampaikan dengan hati maka itu akan sampai ke hati juga. Ketika kita ingin mewarnai maka kuatkan diri kita dulu karena tugas kita adalah mewarnai bukan terwarnai^^.

Di lingkungan kuliahku, yang kebanyakan anak-anaknya kelas menengah atas sungguh tak bisa dengan cara dakwah yang biasa-biasa aja. Apalagi sekarang masuk di jurusan yang paling mahal dikampus, otomatis orang-orang yang masuk juga kalangan yang makin hedon. Harus punya trik-trik tersendiri untuk dekat dengan mereka. Gak bisa tu kita asal ngajak mereka pengajian kita, tanpa intro yang panjang dulu,,hehehe

Alhamdulillah Allah mengkaruniakan sifat yang SKSD banget sama aku. Dan itu membuatku bisa masuk ke berbagai kalangan. Dari dancer, penyanyi, anak gank, ampe yang suka ke masjid pun, alhamdulillah aku bisa deket. Pernah suatu ketika, saat itu siang bolong,,lagi panas-panasnya,,nunggu dosen dateng,,aku sengaja ambil tempat duduk di tengah ruang kuliahku. Lagi nyiapin buku buat kuliah tu,,tiba-tiba dari belakangku muncul 3 orang cowo’. Dua orang cowo dulunya sempet jadi temen satu tutorial (yang satu anakmya tajir banget dan welcome aja sama kita, gak resisten juga dengan kehadiran kita, kalo yang satunya lagi kalem banget),, trus yang satu lagi temen satu kelompok presentasi (tajir juga, pacarnya dia dancer). Kehadiran mereka cukup membuat aku kaget soalnya lagi serius mbolak-balik catetan kuliah. Mereka bilang,, “mba, boleh nanya-nanya gak?”, jawabku “mw nanya apa? Silahkan aja”. Hahaha..hal yang tak kusangka,, pertanyaannya cukup membuat tersenyum menahan kaget dan bertanya-tanya. Coba tebak apa yang mereka tanyakan,, hehehe… mereka tiba-tiba nanyain. “mba, dirimu nek besok cari suami gimana? kan gak mw pacaran tu,,trus kenalannya gimana? kan harus tw latar belakangnya dulu”. Sebelum aku menjawab,, aku ngambil nafas dalem-dalem tu… bismillah… lalu jawabku. “kalo aku pakai sistem ta’arufan,,jadi ntar aku minta tolong sama orang yang aku percaya dan beliau sholih buat nyariin trus ada istilah proposal segala. Yang jelas itu aku jelasin panjang lebar dan aku sesuaikan dengan kapasitas keagamaan mereka dan biar gak njeglek,,kan kasian kalo habis mereka denger pernyataanku mereka malah jadi takut. Alhamdulillah dari diskusi kita itu,,tiba-tiba ada yang nanya,,”kalo mw pake cara kayak gitu harus gimana dulu?”,, ada lagi yang bilang “mba,,aku ngerasa kering,,butuh asupan pengajian gitu,,bisa bantu gak?”. Alhamdulillah dari hasil diskusi kita yang lumayan lama itu akhirnya dua dari ketiga temen tadi mw ngaji.

Ini cerita juga tentang hasil SKSD ku yang kata temen-temen akhwat yang lainnya “kamu tu muka tembok banget”,hehe. Gakpapalah dibilang muka tembok,,yang penting kan gak malu-maluin (membela diri.com). Waktu itu selesai tutorial kan laper banget, jalan ke loby trus nyari sasaran buat diajak makan siang,,hehe..akhirnya dapet juga temen buat diajak makan. Anaknya asyik banget diajak ngobrol, baik, dia dancer. Awalnya aku tw dia itu karena dia pacarnya temen satu presentasiku trus sempet satu tutorial juga sama aku. Sebenernya mw temen satu tutorial ato temen apapun kalo cuek juga gak bakal deket, alhamdulillah aku bisa deket sama dia. Tw sendiri aku yang SKSD palapa,, klo ketemu dia sering tak senyumin, sering nyapa dia, kadang smsan, kadang ngajak bercandaan, trus kadang kalo mereka lagi duduk berduaan tak dehem-dehemin gitu trus mereka malu-malu gitu trus rada menjauh dan bilang “jauhan kq mba,,1 meter niy jaraknya,,(sambil mereka memberikan senyumnya ke aku)”. Nah..pas makan itu dia cerita banyak ke aku,, cerita kegiatan-kegiatannya, gimana kalo pas tampil, gimana susahnya cari tempat sholat,, tentang masa depannya ,, tentang targetan-targetan kehidupannya dan tentang keinginannya pakai jilbab yang konsisten. Trus dia juga cerita masih puasa senin-kamis, subhanallah kan…ditengah pergaulannya yang seperti itu dia masih mw puasa senin-kamis. Banyak yang dia ceritain. Malah kita jadinya berbagi cerita,,dia yang nanyain awal aku berjilbab gimana. Banyak dech yang dia ceritakan. Seru…yang penting itu kita welcome dengan siapapun. Jangan pernah bikin tembok sama mereka. Kalo kita mw berbagi dengan mereka,, banyak pelajaran juga yang kita ambil…

Ada lagi niy cerita gimana biar bisa deket sama temen-temen yang lain. Biasa kan ya pada nge-gank sendiri-sendiri gitu. Aku mah pede-pede aja masuk ke mereka. Aku ikutin tu pembicaraan mereka, dari mulai fashion yang bener-bener bikin geleng-geleng kepala (ampe segitunya pikirku),, nyalon,, dan hal-hal yang dunia cewe’ banget gitulah. Pertama mah aku ngikutin mereka aja,, aku berusaha deket sama mereka, welcome dengan pembicaraan mereka. Alhamdulillah mereka jadi terbuka sama aku, aku deket sama mereka, bahkan sampai-sampai aku dipanggil mama sama mereka karena kedekatan kita. Asyik kan ya kalo bisa maen sama siapa aja dan tidak terbatasi sama lingkungan yang “save” aja. Tolong dech ya..hari gini masih eksklusif…gimana mw berdakwah.. kawand…jangan lupa ya..kalo kita mw ngajak orang, kita harus menyesuaikan dengan mereka juga…kalo mw ngajak orang-orang yang suka fashion gitu..penampilan kita juga jangan kumuh dan gak enak diliat. Yang sederhana aja, bersih, rapi dan enak dilihat. Kalo mereka udah sama-sama enak kan,,kalo mw menyampaikan ato ngajak apa gitu lebih enak. Ngajak sholat ke masjid juga enak, nasehatin mereka kalo ada yang melenceng juga enak. Kuncinya itu kalo mw mereka “deket” sama kita,,kita juga harus mw menyelami kehidupan mereka.

Kawand…jadikan setiap apa yang kita lakukan itu ajang untuk mengajak orang berbuat kebaikan dan pastikan orang yang mengenal kita itu gak rugi,,hehehe. Gak usah muluk-muluk dulu dech..harus ngajiin orang ato gimana. Kalo sama temen-temen yang gahol gitu…minimal mereka mw terbuka aja sama kita dulu dech dan gak resiten dengan keberadaan kita. Coba dech kalo misal ada temen yang nawarin “mba, kalo beli pulsa sama aku aja ya”,,trus kita kalo beli pulsa sama dia terus,,lama-lama deket kan. Jadi enak kalo cerita-cerita dan ujung-ujungnya gak cuma deket sama dianya aja tapi sama temen-temennya dia juga deket. Mulai sering bbman, sering ngobrol, kan lumayan tu memberikan trust dulu. Pelan-pelan aja kalo berdakwah… apalagi kalo sama anak-anak yang borju.

Coba dech kalo kita bisa lebih peka, sebenernya banyak lho sahabat-sahabat disekitar kita yang butuh menguatan. Kadang mereka ngerasa segan sama kita, gak pantes bergaul sama kita, mereka memandang kita niy kayak malaikat yang gak punya salah. Kalo kita mw aktif ya ndeketin mereka,, ternyata banyak dari mereka yang akhirnya welcome dan deket sama kita. Ada yang mereka itu emang sholatnya udah bagus, puasa senin-kamis juga udah oke tapi kadang masalah hati yang susah. Mereka banyak yang minta diingetin kalo pas lagi khilaf, kalo lagi futur, banyak dech yang mereka harapin kalo deket sama kita. Ayoo ADK…jangan mw ada di zona nyaman aja. Aku punya sahabat, dia orang yang paling deket sama aku (dy sedang berusaha menemukan hidayahnya) mungkin dari luar keliatan masa siy dy senin-kamisnya ga pernah bolong,,itu kalo diliat dari segi penampilan ya…walo dikampus jilbaban tapi diluar belum (mohon doanya agar hidayah itu berhasil dia gapai), kadang diluar pakaiannya pendek, hobby nya jalan-jalan. Siapa sangka dy yang terkesan diluar kayak gitu, rajin sholat malem, senin-kamis jalan puasanya. Dy pesen sama aku,, kalo dia khilaf tolong diingatkan. Itu yang selalu dia sampaikan ketika curhat masalah-masalahnya. Kalo kita sering ngadepin hal-hal kayak gitu,, berasa nikmat Allah itu dalem banget, besar banget ke kita. Kita patut bersyukur dengan karunia Allah yang telah membuat kita menjadi seorang kader dakwah. Dan jadikan berdakwah itu sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah. Jadikan dakwah itu bener-bener kita ngajak orang dengan hati. Nasehat itu akan tersampaikan bila ada cinta diantara kedua belah pihak.

Belum lama ini aku bener-bener bersyukur. Dari dulu itu aku pengen deket sama temenku yang satu ini (sebut aja si x) tapi kq ya susahnya. Padahal udah tak deketin dengan berbagai cara. Suatu hari kita lagi kumpul-kumpul tu…ada yang iseng buka fb. Tiba-tiba dy nyeletuk,,intinya dy ngabarin klo si x ini putus sama pacarnya. Semua kaget soalnya kemarin mereka baik-baik aja dan udah jalan 5 tahun juga. Karena aku gak begitu deket sama si x,, aku sms si y (dy sahabatnya si x dan deket sama aku). Aku nitip biar si x dikuatin. Beberapa hari pasca itu,,aku ketemu si x selepas ujian. Aku cuma bilang sama si x,, “rindu kecerianmu,,yang kuat ya”,, dy senyum dan minta doanya biar kuat. Itu kan ujian hari pertama ya…malem sebelum ujian hari kedua itu,,entah kenapa aku memberanikan diri untuk sms si x dan menanyakan kabarnya. Malem itu akhirnya dia curhat ampe setengah 1 malem sama aku. Paginya kita jadi deket dan alhamdulillah sampai sekarang kalo ada apa-apa dy cerita sama aku. Berusaha meluangkan sedikit waktu untuk bisa menyatu dengan mereka….lalu kesabaran serta keikhlasan dalam membersamai yang lain…

Sesungguhnya dalam diri kita ada hak untuk orang lain…. malem sekitar ba’da isya…aku lagi beres-beres rumah,, tiba-tiba hpku bunyi. Ada yang sms isinya curhatan,, posisiku lagi pegang sapu soalnya mw nyapu rumah,,akhirnya ak duduk diruang tamu sambil balesin smsnya dia,,kita smsan hampir satu setengah jam dan gak berasa banget udah selama itu. Dia temen di himpunan,, g gitu deket si y waktu masih dihimpunan cuma kadang aku kalo kuliah duduk disebelahnya dy dan dy iseng banget suka nyembunyiin hpku dan akhirnya kita ribut saling tuduh-tuduhan gitu kayak anak kecil kalo hpku udah lenyap dari pandanganku akibat ulahnya. Aku kadang sering ngomen statusnya dia di fb trus jadi perbincangan kita kalo udah dikampus,,sering bercandaan gitu. Alhamdulillah jadinya deket dan dia mempercayakan masalah-masalahnya kepadaku. Hal-hal kecil jangan pernah disepelekan ya..mungkin komen-komenan di fb dianggap gak penting oleh sebagian orang tapi ternyata bisa jadi salah satu jalan lho…bwt deket sama temen.

Jangan pernah ngerasa waktu kita terbuang ya buat ndeketin mereka,, semua itu butuh pengorbanan, kawand… ada yang pernah curhat via bbm ampe jam 12 pun kadang harus siap. Ada lagi yang tiba-tiba nelpon trus curhat. Lagi santai-santai trus tiba-tiba ada yang ngajak curhat via bbm juga harus siap. Bahagia kan kalo bisa bantu temen, jadi orang yang bisa menemani mereka dikala susahnya. Jangan pernah mengeksklusifkan diri ya….

Pernah juga tu udah mw pulang tiba-tiba diparkiran ada temen cowo’ yang bilang,, “eh..cerita bentar donk tentang pacarku…ak lagi bingung niy…aku cuma percaya sama kamu + si X (sahabat dy yang cowo’),,bantuin ya..”. Ada lagi segank yang sukanya ngrokok dikantin,, tapi kalo ada apa-apa mereka cerita dan ujung-ujungnya kalo diingetin sholat dan ga ngrokok juga enak-enak aja. Trus ada niy,,aku siy manggil mereka trio kwek-kwek,,mereka tu kompak abis, gaul banget, tapi keren banget semangat buat memperbaiki dirinya,, mereka selalu minta di kirimin sms tausyiah dan diingetin kalo ada puasa-puasa sunnah selain senin-kamis.

Ya beginilah kehidupanku di jurusan, ada yang bilang “kq pergaulannya cair”,, ya beginilah..kita gak bisa saklek,,kita harus bermain cantik dan atur strategi gimana berdakwah itu. Harus disesuaikan dengan lingkungan dan masing-masing orang karena mamperlakukan orang yang satu dangan yang lain kan harus berbeda. Jangan sampai karena perlakuan yang salah akibatnya malah mereka gak suka sama kita dan gak mw terbuka lagi sama kita. Ketika memang bukan di area yang save,, kunci pertama adalah membuat mereka percaya dan terbuka dulu sama kita. Kalo udah kayak gitu kan masuknya lebih mudah, ngingetinnya juga lebih enak.

Pernah aku menjumpai suatu kasus, karena penyampaian yang kurang pas mengenai pacaran akibatnya membuat mereka trauma dan gak mw mentoring lagi. Sampai mereka pobia sama nama orang yang pernah menyampaikan hal yang kurang pas itu. Ketika mereka ngobrol sama aku, terlihat sekali kekecewaan mereka dan rasa tidak nyaman mereka. Setelah diluruskan akhirnya mereka bisa menerimanya. Coba kemas yang indah, bagaimana penyampaian yang pas dengan kondisi psikologis masing-masing orang.

Jadi ADK jangan kaku, harus luwes dalam penyampaian. Jangan cuma bisa menaklukkan teman-teman yang sama-sama dibangku kuliah tapi juga harus bisa “asyik” berbaur dengan adek-adek yang masih dibangku sekolah. Kadang aku belajar dari adek-adek SMA, membina mereka itu bener-bener harus luas pengetahuannya tentang dunia remaja, dari film yang lagi ngetop, novel yang bagus, sampai tentang fashion, bahasanya juga harus disesuaikan dengan bahasa gaholnya mereka. Seneng kan kalo adek-adeknya bisa curhat masalah-masalahnya trus minta pendapat ke kalian. Tandanya mereka sudah nyaman dan percaya dengan kalian. Namanya ADK berarti dia sudah melampaui masa-masa sekolah berarti harus oke juga menghadapi adek-adek yang duduk di bangku sekolah. Jadilah seorang ADK yang supel dan bisa berada di lingkungan manapun, bisa dikampus, bisa disekolah, bisa juga di masyarakat. Tidak ada yang sulit..saya bisa bicara seperti ini karena saya sudah membuktikannya. Bisa berhaha-hihi sama temen-temen semua kalangan, bisa makan bareng sama adek-adek SMA dan sambil cerita masalah-masalahnya.

Itu sepenggal cerita ato malah curhatan ya,,,hehehe.. cerita tentang aku, teman-teman kuliah satu angkatan dan adek tingkat. Bahagia rasanya ketika bisa membersamai mereka. Ketika kita welcome dengan mereka dan mereka sudah percaya dengan kita, itu sebenernya akan memudahkan gerak dakwah kita. Kita yang orang da’awy tiba-tiba ada temen di BEM yang curhat masalah-masalah di BEM trus minta solusi, ada acara apa diikut sertakan dan bisa mengambil peran strategis, justru itu tujuan dakwah. Kita bisa bermanfaat di semua lini. Selamat mengukir karya besar kawan…

Jadi buat saya justru kalo seorang ADK itu eksklusif malah bukan ADK, kan dakwah itu harus menyeluruh… Islam itu kan rahmatan lil alamin^^.

Berikan cinta yang tulus untuk mereka dan biarkan Allah yang yang melunakkan hati-hati mereka lalu mereka bisa menerima cinta yang kita berikan…