Halaman

Selasa, 25 Februari 2014

Dibalik Sebuah Kata dan Angka Tesikap Sbuah Makna

KATA dan ANGKA

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 + 10 = 1111111111

9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888

Hebatkan?
Coba lihat simetri ini :

1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 123456789876543 21

Kurang hebat ?
Sekarang lihat ini :

Jika 101% dilihat dari sudut pandangan Matematika, apakah ia sama dengan 100%, atau ia LEBIH dari 100%?
Kita selalu mendengar orang berkata dia bisa memberi lebih dari 100%, atau kita selalu dalam situasi dimana seseorang ingin kita memberi 100% sepenuhnya.
Bagaimana bila ingin mencapai 101%?
Apakah nilai 100% dalam hidup?
Mungkin sedikit formula matematika dibawah ini dapat membantu memberi jawabannya.

Jika ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ

Disamakan sebagai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Maka, kata KERJA KERAS bernilai :
11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 + 18 + 19 + 1 = 99%

H-A-R-D-W-O-R-K
8 + 1 + 18 + 4 + 23 + !5 + 18 + 11 = 99%

K-N-O-W-L-E-D-G -E
11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 + 7 + 5 = 96%

A-T-T-I-T-U-D-E
1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 + 5 = 100%

Sikap diri atau ATTITUDE adalah perkara utama untuk mencapai 100% dalam hidup kita. Jika kita kerja keras sekalipun tapi tidak ada ATTITUDE yang positif didalam diri, kita masih belum mencapai 100%.

Tapi, LOVE OF GOD
12 + 15 + 22 + 5 + 15 + 6 + 7 + 15 + 4 = 101%

atau, SAYANG ALLAH
19 + 1 + 25 + 1 + 14 + 7 + 1 + 12 + 12 + 1 + 8 = 101%

( artinya, Cinta & Kasih Sayank ALLAH melampaui Segalanya...)

Allah berfirman:
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. {QS. Ali Imron: 31}

Sahabat q, cinta yg mutlak mmang hrz kita brikan hny kpd Allah & RasulNya, slebihnya cintailah makhluk2 ciptaan Allah (trmasuk manusia) scukupnya saja serta jgn berlebihan memncintai sseorg. Semoga bermanfaat..

7 Golongan Yang Akan Mendapat Naungan Allah di Hari Kiamat

“Ada tujuh golongan yang Allah akan naungi pada hari di mana tidak ada naungan selain naungan-Nya:
  1. Pemimpin yang adil,
  2. Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, (menjaga shalat dan kewajiban lainnya dan juga melaksanakan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam)
  3. Seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, (selalu shalat jama'ah 5 waktu di masjid)
  4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah yang mereka berkumpul karena-Nya dan juga berpisah karena-Nya,
  5. Seorang laki-laki yang dirayu oleh wanita bangsawan lagi cantik untuk berbuat mesum lalu dia menolak seraya berkata, “Aku takut kepada Allah,”
  6. Seorang yang bersedekah dengan diam-diam sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya,
  7. dan seseorang yang berzikir/mengingat Allah dalam keadaan sendirian hingga dia menangis.”
{HR. Al-Bukhari dan Muslim}

SubhanAlloh... Smoga qt trmasuk di dlmnya. Aaminn

TIDUR SETELAH MAKAN = BAHAYA...!!!

Setelah makan biasanya akan membuat kita jadi mengantuk, apalagi setelah makan siang. Dan kalau ngantuk tentu obat yang paling mujarab adalah tidur. Namun hati-hati kalau anda sering tidur setelah makan.

  1. Tenggorokan terbakar
    Ini karena dipicu oleh refluks asam. Gastroesophageal reflux diseases (GERD) atau refluks asam adalah tidak menutupnya katup antara perut dan kerongkongan. Hal ini memungkinkan asam lambung untuk menjalar ke tenggorokan danmenyebabkan sensasi tenggorokan terbakar.
  2. Rasa panas di dada
    Saat tubuh tidur dan beristirahat, sebenarnya sistem pencernaan justru akan bekerja lebih keras. Langsung tidur sesudah makan bisa meningkatkan kadar asam lambung dan memicu sakit maag. Terkadang bisa juga menimbulkan rasa panas pada perut, dada, dan tenggorokan.
  3. Berat badan naik
    Makan larut malam sebelum tidur berbahaya karena membuat tubuh menumpuk lemak lebih banyak. Jadi kalau kelaparan saat terbangun tengah malam, camilan sehat seperti buah dan salad lebih disarankan untuk dikonsumsi daripada makanan seperti kue-kue,pizza, mie, atau nasi sekali pun.
  4. Serangan stroke
    Hasil sebuah penelitian yang dilakukan University of Ioannina, Yunani, menemukan bahwa perilaku segera tidur setelah makan dapat meningkatkan risiko kita mengalami serangan stroke. Penelitian yang melibatkan 500 responden orang sehat menemukan bahwa orang yang memiliki jeda paling lama antara makan dan tidur mempunyai risiko terendah untuk mengalami stroke.
Semoga bermanfaat & share ke yg lain!!!

Sayang,,, Malu qta sebagai Wanita itu begitu Berharga

Tak sedikit wanita di masa ini yang telah menanggalkan rasa malunya. Dari caranya berbusana, bergaul, dan gaya hidup ‘modern’ lainnya, setidaknya memberikan gambaran fenomena dimaksud. Padahal, Islam telah menjadikan sifat malu ini sebagai sifat mulia, bahkan merupakan salah satu cabang keimanan. 

Sifat malu memang identik dengan wanita karena merekalah yang dominan memilikinya. Namun sebenarnya sifat ini bukan hanya milik kaum hawa. Laki-laki pun disukai bila memiliki sifat malu. Bahkan sifat mulia ini termasuk salah satu cabang keimanan dan menjadi salah satu faktor kebahagiaan seorang insan. Karena dengan sifat ini, hanya kebaikanlah yang bakal diraupnya, sebagaimana beritanya tercatat dalam lembaran sunnah Rasul shallallahu alaihi wasallam
"Malu itu tidaklah datang kecuali dengan kebaikan.”

Dalam satu riwayat:
Malu itu baik seluruhnya.{HR. Al-Bukhari dan Muslim}

UKHTY MUSLIMAH

Adanya sifat malu pada diri seseorang akan mendorongnya kepada kebaikan dan mencegahnya dari kejelekan. Bila malu ini hilang dari diri seseorang, ia akan jatuh dalam perbuatan maksiat dan dosa, ketika sendirian maupun di hadapan kerabat dan tetangga. Karena itulah bersabda Rasul shallallahu alaihi wasallam: Termasuk yang diperoleh manusia dari ucapan kenabian yang pertama adalah: "jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu.” {Shahih, HR. Al-Bukhari}
Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sangat pemalu sehingga shahabat yang mulia Abu Sa'id Al-Khudri radhiallahu 'anhu berkata
'Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sangat pemalu dibandingkan dengan gadis perawan yang berada dalam pingitannya.' {Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim}

Semoga Allah merahmati Abu Sa'id Al-Khudri, di mana beliau membuat permisalan untuk kita dengan gadis perawan. Lalu apa gerangan yang akan beliau katakan bila melihat pada hari ini gadis perawan itu telah menanggalkan rasa malunya dan meninggalkan tempat pingitannya? Demikian kenyataan pahit yang ada. 

Bila malu ini telah hilang dari diri seorang insan, ia akan melangkah dari satu kejelekan kepada yang lebih jelek lagi, dari satu kerendahan kepada yang lebih rendah lagi. Karena malu pada hakekatnya adalah menjauhkan diri dari hal-hal yang Allah ta`ala haramkan dan menjaga anggota tubuh agar tidak digunakan untuk bermaksiat kepada-Nya. Apakah pantas seseorang disifati malu sementara matanya digunakan untuk melihat perkara yang Allah haramkan? Apakah pantas dikatakan malu, bila lidah masih digunakan untuk ghibah, mengadu domba, dusta, mencerca, dan mengumpat? 

UKHTY MUSLIMAH… wajib bagi kita untuk terus merasakan pengawasan Allah dan malu kepada-Nya di setiap waktu dan tempat. 

Kala dikau sendiri dalam kegelapan 
Sedang jiwa mengajakmu tuk berbuat nista
Maka malulah dikau dari pandangan Allah
Dan katakan pada jiwamu: 
Dzat yang menciptakan kegelapan ini senantiasa melihatku
Seorang muslim yang jujur dalam keimanannya akan merasa malu kepada Allah jika melanggar kehormatan orang lain dan mengambil harta yang tidak halal baginya. Sementara orang yang telah dicabik tirai malu dari wajahnya, ia akan berani kepada Allah dan berani melanggar larangan-Nya. 

UKHTY MUSLIMAH

bila engkau telah mengetahui pentingnya sifat malu, maka berupayalah untuk menumbuhkannya di hati keluarga dan anak-anak. Karena ketika malu ini masih ada, maka akan terasa betapa besar dan jelek perbuatan yang mungkar, sementara kebaikan senantiasa mereka agungkan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah melewati seseorang yang tengah mencela saudaranya karena sifat malunya, maka beliau bersabda:
"Biarkan dia, karena malu itu termasuk keimanan." {HR. Al-Jama`ah}

UKHTY MUSLIMAH perlu engkau ketahui bahwa Allah tidaklah malu dari kebenaran. Maka bukan termasuk sifat malu bila engkau diam ketika melihat kebatilan, engkau enggan menolong orang yang terdzalimi, dan berat untuk mengingkari kemungkaran. Dan bukan pula termasuk sifat malu bila engkau tidak mau bertanya tentang perkara agama yang samar bagimu, karena Allah ta`ala berfirman:
"Maka tanyakanlah kepada ahlu dzikr (orang yang memiliki ilmu), jika kalian tidak mengetahui." {QS.An-Nahl: 43}

Ummu Sulaim radhiallahu 'anha pernah datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Ia berkata ketika itu: "Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu dari kebenaran. Apakah wajib bagi wanita untuk mandi bila ia ihtilam (mimpi bersetubuh)?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:
"Ya, jika ia melihat keluarnya air mani." {HR. Al-Bukhari}

Apakah tidak sepantasnya Ummu Sulaim menjadi contoh bagi para wanita dalam bertanya tentang perkara agamanya? Terkadang pemahaman ini menjadi terbalik. Wanita malu untuk bertanya hal-hal yang berkaitan dengan agamanya, akan tetapi ia tidak malu untuk berbuat dosa.

KETAHUILAH WAHAI UKHTY…tidak sepantasnya kita malu dari suatu perkara yang bisa membawa kepada kebaikan. Anas bin Malik radhiallahu 'anhu menceritakan: "Datang seorang wanita menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam guna menawarkan dirinya kepada beliau agar diperistri oleh beliau. Wanita itu berkata: "Apakah engkau, wahai Rasulullah, punya keinginan terhadap diriku?"

Seorang putri Anas, ketika mendengar kisah ini, berkomentar tentang wanita itu: "Alangkah sedikit rasa malunya!"

Anas berkata: "Wanita itu lebih baik darimu, dia menawarkan diri kepada orang yang paling mulia dan paling baik (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam)." {HR. Al-Bukhari}

Semoga Allah senantiasa menganugerahkan kepada kita sifat malu yang membawa kita untuk selalu berbuat baik dan mencegah dari kejahatan dan kerendahan akhlak. 
Allahumma Aamiin
Keep Istiqomah dengan SEN^_____^YUM

Muhasabah ~> Belajar Diam

Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik dan berkah di dalamnya …

Aku bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad Shallallahu Alayhi Wa sallam adalah Rasul dan hambaNya. Amma ba’du …

Pembicaraan kita hari ini dengan tema : “ Bagaimana kita belajar diam ” Sebagian orang mungkin heran, apakah diam harus dipelajari?

Yang dimaksud dengan belajar adalah praktek latihan, mengasah dan menjadikan tradisi. Ketika mereka berkata : “ kami belajar diam sebagaimana kalian belajar berbicara“, sekarang ini banyak dilakukan kursus training seni berbicara, seni berpidato dan juga seni bagaimana mempengaruhi orang lain. Namun disini saya akan membahas bagaimana kita belajar diam. Yang saya maksud bukan diam dari kebenaran, Naudzubillah … atau diam dari amar ma’ruf nahi munkar atau diam dari menasehati manusia atau diam dari mengarahkan dan memberi petunjuk kepada mereka … bukan sekali-kali bukan !!! yang aku maksud adalah diam dari senda gurau, diam dari kata-kata bathil diam dari katanya dan katanya …serta perkataan yang tidak ada faedahnya baik bagi diennya maupun dunianya.

Rabb kita Azza Wa Jalla telah mensifati orang beriman dalam kitabNya yang mulia :

”Sungguh beruntung orang orang yang beriman. Yaitu orang yang khusyu’ dalam sholatnya dan orang yang menjauhkan diri dari ( perbuatan dan perkataan ) yang tidak berguna {QS. Al Mu’minun : 1-3}

Allah Azza Wa Jalla memuji orang-orang beriman yang menjauhi senda gurau . senda gurau disini adalah perkataan bathil. Dan Nabi Shallallahu Alayhi Wa Sallam bersabda : “ Barangsiapa yang beriman kepada ALLAH dan hari akhir maka hendaknya berbicara yang baik atau diam” Perhatikanlah wahai ikhwah … Rasulullah Shallallahu Alayhi Wa Sallam mengaitkan diam dengan permasalahan aqidah yakni iman kepada Allah dan hari akhir. Aqidah yang dikaitkan dengan persoalan diam. Allah Azza Wa Jalla juga berfirman : “ Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada disisinya malaikat pengawas yang selalu siap ( mencatat ) ” {QS.Qoof 18 }.

Ada Tiga permasalahan yang akan kita bahas dalam majelis kita, walau sebenarnya banyak permasalahan dalam tema ini, namun dalam saat ini kita hanya akan membahas 3 perkara.

Masalah pertama : Bahwa kita tidak mengenal kalimat ” Allahu A’lam” dalam majelis. Kita sering dapati dalam majelis, kita yang membicarakan banyak bidang, yakni bidang syar’i, kedokteran, politik dan segala bidang lainnya, seseorang berkata “ ini pendapatku” yang itu berkata “ saya kira ” dan yang ini berkata “ yang saya yakini” dia tidak tahu kalimat “ Allahu A’lam ” bahkan kalimat Allahu A’lam termasuk aib sebagaimana sebagian orang berkata demikian. Padahal sebagian ulama berkata “ Allahu A’lam adalah setengah ilmu“

Masalah kedua : yaitu dalam majelis, tidak ada sifat “ diam dengan baik ” kepada orang lain. Ada perbedaan antara “ diam” dengan “ diam yang baik ”, masing-masing kita tidak punya sifat diam yang baik kepada orang lain. Baik orang lain itu anak kecil, orang bodoh atau bahkan wanita !!! ketika misalnya berbicara dengan isterinya kita lihat tidak kita dapati sifat diam yang baik, yakni ia malah sibuk dan tidak memperhatikan. Kita tidak memperhatikan atau mendengar kepada orang lain kecuali kepada orang tertentu saja. Kepada orang yang punya gelar, kedudukan, memiliki posisi social, kita akan diam dengan baik, ini semua akibat tidak mempelajari sifat diam.

Masalah ketiga yang kita bahas di majelis ini bahwa sebagian orang yang diuji, ia senang jika ia duduk di suatu majelis, dia merasa senang jika 70 % atau 80 % dari majelis semuanya memperhatikannya, dia yang harus menyampaikan, mengemukakan dan yang menilai, ia senang jika semua orang di majelis memberikan perhatian kepadanya. Hal Ini termasuk kesalahan, walaupun orang ini misalnya syaikh dan alim jika ia memberi nasehat, bimbingan dan menjawab pertanyaan terkadang bisa diterima. Akan tetapi jika ada seseorang yang tidak tahu terhadap sebuah ilmu atau kurang pengalaman dan yang lain, begitulah dia ( yakni tidak ada perhatian )

3 permasalahan ini adalah pengaruh dari tidak belajar diam, termasuk renungan kita bersama pada bahasan ini adalah keseimbangan iman bukan keseimbangan olah raga fisik. Perhatikan keseimbangan tentang ini .. ! keseimbangan ini saya kumpulkan dari perkataan para ahli hikmah yaitu 7 hikmah dari hikmah yang terbaik dalam bab diam.

Hikmah pertama : “ Barangsiapa yang banyak bicaranya banyak pula dosanya“. Yaitu jika manusia semakin banyak bicara maka akan menyebabkan ia kepada dosa. Dan begitu juga sebaliknya, jika engkau sedikit bicara maka engkau sedikit pula dosanya.

Hikmah kedua : “ Barangsiapa yang sempit hatinya maka akan leluasa lisannya” sebagian orang yang hati dan dadanya sempit, maka kamu dapati lisannya leluasa mencela, menyakiti, mentalak, melaknat dan menuduh orang lain begitu juga sebaliknya “ barangsiapa yang luas hatinya maka akan sempit lisannya ( tidak banyak bicara ) ”.

Hikmah yang ketiga : ” barangsiapa yang sibuk dengan hal yang tidak bermanfaat maka ia akan kehilangan hal yang bermanfaat” artinya kita dapati sekarang ini manusia sibuk dengan melihat acara-acara media yang rusak dan membaca majalah-majalah lucah, barangsiapa yang melakukannya maka ia terhalang dari banyak sekali ketaatan dan ibadah.

Hikmah keempat : mereka ahli hikmah berkata : “ barangsiapa yang banyak akalnya maka sedikit bicaranya dan barangsiapa yang sedikit akalnya maka banyak bicaranya” SubhanALLAH, ungkapan ini, tentu engkau dapati orang yang paling sedikit berkata : ” katanya dan katanya ” mereka ini adalah ahli ilmu sedangkan orang-orang yang banyak mengatakannya adalah orang bodoh.

Hikmah kelima : para ahli hikmah sepakat bahwa “ kunci utama hikmah adalah diam” ini tidak perlu lagi ada penjelasan.

Hikmah keenam : para ahli hikmah ditanya tentang sifat pencela. Siapakah pencela ? mereka menjawab : “ jika tidak ada orangnya ia mencelanya dan jika ada maka ia akan menggunjing orang lain“ ini adalah sifat yang aneh!!! Jika ia jauh darimu, ia mencelamu, dan jika engkau ada maka ia menggunjing yakni menggunjing orang lain, sehingga kamu tidak selamat darinya dan orang lain pun tidak akan selamat darinya.

Hikmah ketujuh ( terakhir ) : para ahli hikmah berkata : “ barangsiapa yang sibuk dengan keadaan orang lain maka keadaan dirinya akan hilang ” engkau dapati sebagian orang berkeinginan besar untuk menjadi yang menjadi pertama kali tahu tentang kabar berita orang lain, jika ia mengikuti kabar manusia untuk kemaslahatan atau untuk faedah maka bisa diterima, namun begitulah, ia senang apa ? senang bertanya apa yang dilakukan si fulan ? apa yang dikerjakan si fulan ? lalu apa yang terjadi ? maka yang terjadi adalah keadaan dirinya hilang yakni ia tidak melihat keadaan dirinya, keadaan pribadinya dan tentang aib-aibnya.

Termasuk renungan yang perlu kita renungkan bersama dalam bahasan ini adalah tema, “ bahasa diam dalam dunia wanita ” dunia wanita sekarang adalah dunia yang mengherankan dan aneh, mereka tidak tahu diam, wanita dalam majelis tidak tahu bahasa diam padahal diam itu bermanfaat dan berfaedah, tentu pertama mereka membicarakan tentang makanan, kemudian tentang sesuatu yang lain, kemudian tentang dunia pernikahan kemudian masalah pengasuh anak, lalu tenang dunia anak-anak, artinya dalam suatu majelis para wanita ini biasa membahas 32 tema masalah dan tidak mendapatkan faedah atau hasil apapun. Diantara pemahaman yang salah, dan ini satu perenungan juga bahwa sebagian orang yang selalu melihat kepada orang yang lebih mengutamakan diam atau orang yang tidak pandai bicara dengan orang lain yakni orang melihatnya dengan pandangan negative, cela dan memiliki kekurangan, padahal ini bukanlah sebuah aib !!! … maaf, orang yang tidak pandai atau banyak bicara bukanlah aib !!! tetapi yang aib adalah jika seseorang banyak berbicara, Nampak apa ? kesalahannya.

Sekarang wahai saudara-saudara yang mulia … kita bahas tentang langkah apa yang harus ditempuh ? atau bagaimana kita belajar diam secara praktek, bukan hanya secara teori, bukan ! tapi secara praktek. Langkah pertama dalam metode belajar diam adalah :

Pertama : merasa malu kepada Allah Azza Wa Jalla … demi Allah, wahai saudara-saudaraku yang mulia alangkah indah dan mengagumkannya bahwa seseorang merasakan dalam hatinya, keyakinan rasa malu kepada Allah dalam perkataannya, perbuatannya, tingkah lakunya, tindak tanduknya dan seluruh keadaanya. Demi Allah yang tiada Ilah kecuali Dia seandainya manusia merasakan keyakinan rasa malu kepada Allah maka Demi Allah … ia akan merasakan kelezatan, kesenangan, kebahagiaan dan ketenangan.

Berapa banyak perkataan yang kita ucapkan, tetapi tidak keluar dari hati kita. Malu kepada Allah, seorang hamba yaitu dengan apa ? malu jika batinnya tidak sesuai dengan dhahirnya, engkau dapati jika ia sendirian, ia bermaksiat kepada Rabbnya Azza Wa Jalla dan jika ia bersama manusia, ia nampak orang baik dan bertaqwa. Seorang hamba patut malu kepada Allah, bahwa Allah melihatmu sedangkan engkau sholat, jasadmu bersama ALLAH, sedangkan hati bersama makhluk, bersama dunia … Laa Haula Wala Quwwata Illa Billah … Sungguh indah seseorang yang malu kepada Allah hingga dalam perkataan dan ucapannya, bagaimana ketika Allah melihatmu sedang saat itu kita kata melafadzkan kalimat yang tidak diridhoi Rabb kita Azza Wa Jalla.

Sebagian ulama berkata, diantara tanda Al Maqt ( kemurkaan Allah ) tanda kemurkaan Allah atau penghinaan Allah kepada hambanya yaitu berbicara pada hal yang tidak bermanfaat. Ini termasuk tanda kemurkaan! Perhatikanlah ! hati-hatilah ! dan murka itu lebih keras daripada marah. Rabb kita Azza Wa Jalla berfirman : “ Wahai orang-orang yang beriman ! mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan ( sangatlah ) besar murka Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. ” Dan murka itu lebih keras dari marah.

Ini adalah faktor pertama, wahai saudara-saudaraku yang mulia bahwa langkah pertama yang dilakukan seseorang adalah selalu merasakan malu kepada Allah yang Maha Agung, Maha Besar, Maha Kuasa, Maha Mendengar dan Maha Melihat Subhanahu Wa Ta’ala yang mana tidak ada sesuatupun yang tersembunyi padaNya, maka Anda harus merasa malu kepada Allah tatkala engkau berkata dengan kalimat-kalimat yang Allah Azza Wa Jalla tidak ridho dengannya, dan dimurkaiNya.

Kedua : termasuk langkah nyata dan sebab-sebab kita dapat mempelajari diam adalah jadikanlah ia kaedah atau ciri utama dalam kehidupanmu, pikirkanlah sebelum engkau berbicara, biasakan dirimu, latihlah lisanmu, memang lisan itu perlu latihan dan percobaan. Latihlah dirimu sebelum menyatakan persoalan apapun di suatu majelis atau kalimat apa saja, engkau memikirkan dahulu perkataan itu, pikirkan sebelum engkau bicara ! sebagian orang ada yang pesimis dengan hal ini … ia berkata hal itu sulit, berat dan susah …ini hanya perlu berlatih, berlatih, dan berlatih lagi hingga selanjutnya mudah bagimu. Sedangkan kita dalam perkara dunia, sebelum maju melangkah dalam program-program dunia selalu berfikir dahulu, sebelum maju untuk menikah ia berfikir, bermusyawarah dan bertanya, sebelum ia ingin membeli rumah, sebelum berfikir untuk membeli mobil, sebelum maju untuk bekerja. Perkataan tentang dunia apa saja ia akan berfikir terlebih dahulu hingga tercapai dengan baik maka fikirkan sebelum engkau bicara!

Oleh karena itu sebagian ahli hikmah berkata : “ termasuk tanda kebodohan, perhatikan ! termasuk tanda kebodohan, adalah berkata pada hal yang tidak bermanfaat” termasuk tanda kebodohan adalah sifat ini. Engkau berkata pada hal yang tidak bermanfaat.

Banyak orang duduk dalam suatu majelis dan menghabiskan waktu 1 jam, 2 jam atau 3 jam, berbicara pada hal-hal yang tidak dapat menggemukkan dan tidak pula membuat kenyang ! ini termasuk sikap yang mengesankan, yaitu sikap tarbawiyyah ( pendidikan ) yang kita pelajari dari sikap ini. 

Ketiga : termasuk langkah praktek – nanti kita cukupkan sampai empat langkah saja – adalah mempersedikit bergaul dengan manusia atau arti lain menyendiri yang syar’i.

Imam Ibnul Qayyim Al jauziyyah berkata : “ termasuk perusak hati adalah banyak bergaul dengan orang lain.” Tidak dibenarkan jika seseorang dari pagi hingga sore selalu bersama manusia. Selalu berbicara dengan manusia, ini tidak dibenarkan ! bagi seorang muslim minimal harus apa ? harus ada waktu menyendiri bersama Rabbnya dan di malam harinya juga ada waktu. Saya beri contoh kepada kalian, waktu antara maghrib dan isya banyak sekali masjid dan tidak ada seorangpun antara maghrib dan isya memiliki waktu, satu jam saja ! hanya antara maghrib dan isya engkau berdzikir kepada Allah, shalat, berisighfar kepada Allah, membaca buku yang bermanfaat dan berfaedah. Didiklah jiwamu, biasakanlah dirimu untuk menyendiri.

Ya … sebagian orang merasa sempit dadanya, merasa kesepian. Ia berkata : aku tak mampu untuk duduk sendirian, merasa sempit dan kesepian, kami katakan inilah penyakit pada kepribadianmu !!! dikatakan kepada salah seorang yang sholeh : tidaklah engkau kesepian ketika sendirian ? ia menjawab : “ bagaimana aku akan merasa kesepian ? sedangkan aku duduk bersama yang mengingatku ! ” Allah berfirman : “ Ingatlah aku maka aku akan ingat kalian ” Allah mengingatmu ! diriwayatkan dari sebagian orang sholeh bahwa ia berkata kepada sebagian para shahabatnya ketika mereka mengunjunginya dan ingin keluar darinya, ia mewasaiatkan kepada mereka kata-kata yang bagus dan mengagumkan, ia berkata jika keluar dariku maka berpisah-pisahlah kalian dan semoga salah seorang dari kalian ada yang membaca al-qur’an di tengah perjalanannya, membaca Alquran dan berdzikir kepada Allah.

Ya perbuatan berkumpul, selalu berkumpul dengan manusia mendorong untuk saling bercakap-cakap tapi ketika seseorang dalam sebagian waktunya menyedikitkan atau tidak berkumpul dengan manusia adalah bagus. Ia telah belajar berkaitan dengan mempersedikit bicara. Oleh karena itu engkau dapati sebagian orang jika ingin pergi dalam perjalanan panjang misalnya 1 atau 2 jam, ia akan menghubungi sebagian temannya dan berkata : maukah engkau pergi bersama menemaniku dalam perjalanan ? baiklah wahai akhi … gunakanlah waktu ini … engkau sibukkan dengan mengulang hafalanmu, berdzikir kepada Allah, merasa berdiri di hadapan Allah dan berdoa kepada Allah. Jelaslah bahwa masalah kita adalah kita tidak terbiasa menyendiri, kita tidak terbiasa menyendiri dalam waktu 1, 2 atau 3 jam saja. Kita cepat merasa dadanya sempit, merasa apa ? kesepian dan kesempitan.

Sebab terakhir yang membantu kita untuk diam adalah dengan memperbanyak berdzkir kepada Allah, Umar Bin Khottob berkata “ mengingat manusia itu penyakit dan mengingat Allah adalah obat ”.

Rasulullah Shallallahu Alayhi Wa Sallam sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Umar ia berkata kami menghitung Rasulullah Shallallahu Alayhi Wa Sallam dalam satu majelis 100 x membaca “rabbighfirlii wa tub alayya innaka anta tawwaburrahiim ” dalam satu majelis ! engkau biasakan dirimu misalnya ketika pergi ke suatu majelis katakanlah pada dirimu sendiri : Aku tidak akan keluar dari majelis ini hingga aku mengucapkan ” Astaghfirullah ” 100 x dan bershalawat 10 x misalnya atau aku akan berkata ” SubhanALLAhul adzim subhanaALLAh wa bihamdih 100 x . program ini menjadikanmu apa ? engkau akan sedikit berbicara, ia akan mendidik dan membiasakanmu untuk diam.

Mengapa kita membahas tema ini wahai saudaraku yang mulia dalam akhir bahasan ini. Hasil dan faedah kita membahas tema ini adalah bagaimana kita belajar diam. Hasil dan faedahnya besar sekali yaitu bahwa termasuk lurusnya hati adalah dengan menjaga lisan. Sebagian ulama berkata : “ jika engkau ingin hatimu baik, maka minta tolonglah dengan menjaga lisanmu. Maka minta tolonglah dengan menjaga lisanmu. ” Alangkah indah, bagus dan manisnya jika seseorang melatih dirinya sendiri. Kita memberi pelatihan kepada orang lain tapi apakah engkau sendiri juga berlatih ? dengan akhlaqmu, tingkah lakumu, lisanmu, engkau latih sendiri engkau ajari dan didik sendiri, aku tidak akan banyak bicara, aku tidak akan mengucapkan kata-kata, tema yang aku sampaikan, aku berusaha untuk menjaga kata-kata, mengendalikan lisan dan Allah akan menolong hambanya jika Dia melihat kejujuran darinya, sebagiamana perkataan Ibnul Qayyim : “ Jujurlah dalam mencari maka akan datang pertolongan kepadamu ” hikmah yang sangat mengagumkan!!!

Aku memohon kepada Allah yang Maha Mulia pemilik Arsy Yang Agung untuk memberi petunjuk kepadaku dan kalian kepada apa yang Allah cintai dan ridhoi 
“ Alhamdulillah rabbil Aalamiin.”